Jantung Sehat

Minggu, 24 Juli 2011

KEBERHASILAN USAHA

Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil?
 Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :
1.   Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
2.   Bentuk sederhana dan staf sedikit
3.   Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
4.   Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
5.   Tekanan pada nilai bisnis kunci
6.   Sikap BISA DILAKUKAN
7.   Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
8.   Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
9.   Tanggapan pada permintaan khusus
10. Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
11. Tempatkan hadiah pada jasa
12. Memonitor aktivitas pesaing
13. Menapak teknologi terbaru
14. Menjadi yang terbaik
15. Berpusat pada pelayanan konsumen

Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap

Buatlah bisnis Anda sebagai yang :
  Paling seksama
  Memiliki persediaan terbaik
  Memliki profil tertinggi
  Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain

Juga:
  Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
  Desain produk Anda dengan lebih baik
  Tampilkan dengan lebih baik
  Sediakan instruksi yang lebih baik
  Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik


Manajemen Waktu


“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma­najemen Waktu”
1.  Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :
  prioritas yang mapan
  menggunakan  penjadwalan atau pemrograman yang realitas
  belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut

2.  Manajemen waktu yang efektif mengenai :
  merencanakan dan menyusun prioritas
  apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
  Apa yang harus dikerjakan hari ini?
  Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
  Dan kerjakan sesuai urutannya

3.  Mengelola prioritas
Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :

Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
Kategori Cdapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
Kategori D—delegasikan pada orang lain

4.  Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :
  Membuka surat
  Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
  Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi

5.  Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :
  Rapat-rapat
  Wawancara
  Korespondensi
  Percakapan telepon—masuk dan keluar

6.  Apakah Anda proaktif atau reaktif?
  Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
  Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)

7.  Tetap terfokus
Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger­jakan hal lain
  Tangani dokumen-dokumen sekali saja
  Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
  Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu


Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini  menyangkut:

  Dapat dipercaya
dapat diandalkan dan konsisten
  Responsif
      berkemauan dan sigap
  Kompeten
     keterampilan dan pengetahuan
Akses
      mudah dicapai
  Sopan santun
      sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat
Komunikasi
      mudah dimengerti dan dihubungi
Kredibilitas
       jujur, dapat dan layak dipercaya
Keamanan
      tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan
Pemahaman
       pengertian kebutuhan konsumen
Nyata
      bukti dari pelayanan
  Fokus, Fokus, Fokus
Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk    Memenuhi Tuntutan Tersebut

 

Resiko


1.   Tertawa berisiko tampak bodoh.
2.   Mengisak berisiko tampak sentimentil.
3.   Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
4.   Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
5.   Hidup berisiko kematian
6.   Berharap beresiko patah harapan
7.   Mencoba berisiko gagal
8.   Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
9.   Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
10. Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.




Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?


Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil­an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?
Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’
Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan  harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.
Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.
Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.
Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.
Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.

RUMUSNYA ADALAH :
X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase
C = Persentase kontribusi
100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)
sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,
100 kali X dibagi C  - X = CVG ( volume perolehan kritis)


Citra

Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro­duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.
- Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
- Bagaimana produk Anda dikemas?
- Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
- Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
- Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?

Pertimbangkan ini!

Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari  perushaan Anda :
  Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
  Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?

Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :
  Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
  Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
  Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?

Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :
  Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
  Memamerkan kualifikasi khusus
  Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
  Memajang literatur perusahaan

-  Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
- Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?

 

Pelajaran Dari Masa Lalu


Ini tahun 1973, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?
  Toko komputer pribadi
  Tempat sampah plastik beroda
  Minuman botol
Warung telekomunikasi
  Bengkel
  Bengkel spesialis
  Bisnis franchise

Mengapa ide-ide di atas berhasil?
  Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses



Audit Pemasaran


Kuesioner awal
Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
  Apa sasaran bisnis Anda?
  Apa sasaran pribadi Anda?
  Aria kekuatan bisnis Anda’
  Apa kelemahannya?
  Apa kesempatan yang dimilikinya?
  Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
  Apakah bisnis Anda musiman?
  Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
  Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
  Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun­tungkan dari yang lain?
  Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun­tungkan?
  Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
  Periklanan?
Promosi?
Distribusi?
  Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
   
Apa yang membuat Anda kompetitif?
  Posisi?
  Harga?
  Perhatian?
  Kualitas?
  Keunikan?
  Pengalaman?
  Kontak?
  Jangka waktu pembayaran?
  Garansi?

Pertimbangan lain :
  Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
  Siapa yang memerlukan Anda?
  Bagaimana konsumen menilai Anda?
  Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
  Apakah Anda menawarkan potongan harga?
  Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan? Apa saja?







Periklanan —10 butir Kiat


  Apa yang Anda iklankan?
  Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
  Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
  Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
  Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
  Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
  BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu­nakan pada salinan Anda.
  Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
  Pemilihan media sangat penting.
  Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?

Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.

Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.

 
Inovasi
Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro­dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.

 

Di mana Anda Akan Bertemu?


Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang­-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.

Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.

Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng­ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me­nyimpan kesan yang baru saja didapat.

Jumat, 22 Juli 2011

Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian

                 Sekarang marilah kita renungkan mengapa saya menganjurkan Anda jangan mau jadi orang gajian seumur hidup. Bayangkan berapa gaji yang akan Anda peroleh setiap bulannya. Berapa total setahunnya.? Dan berapa Anda digaji setiap jamnya ? Juga renungkan apa yang akan Anda lakukan dengan pengahasilan sebesar itu ? Apa yang dapat Anda belanjakan setiap bulannya ? Serta berapa sisa yang dapat Anda tabung s? Dan apakah tabungan Anda selama setahun itu dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan Anda dan keluarga ?  
             
            Pertanyaan selannjutnya adalah, "Dalam kelompok manakah Anda berada ? Saya sangat yakin hanya sedikit sekali diantara Anda para pembaca yang berada dalam kelompok  Rp.10.juta keatas setiap bulannya, alias hanya dibayar Rp.60.000 untuk setiap jamnya. Dengan penghasilan sebesar itu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan Anda yang mendasar, seperti membeli rumah yang layak, kendaraan, asuransi kesehatan, dan lain sebagainya. Berapa tahun yang dibutuhkan ?

            Saya sering menayakan kepada peserta pelatihan yang saya adakan, bagaimana seorang pegawai negeri dengan gaji yang pas-pasan  atau karyawan swasta dengan kedudukan yang menengah dapat menjadi kaya ? Jawabannya beragam, tapi setidaknya ada empat jawaban yang dominan diberikan : Mendapat warisan, Menang undian, punya bisnis sampingan dan korupsi. Dan  Anda dapat menebak sendiri kira-kira jawaban mana yang paling dominan ?

Itulah sebabnya mengapa saya mengajak Anda untuk tidak menjadi orang gajian seumur hidup. Lalu mengapa kita harus menjalankan bisnis kita sendiri ? Pertama, pemilik bisnis paling sukses akan mengatakan kepada Anda bahwa mereka mempunyai kebebasan yang luar biasa. Mereka adalah para tuan atas diri sendiri. Disamping itu, mereka mengatakan kepada  bahwa bekerja sendiri risikonya kurang ketimbang bekerja untuk orang lain.
            Seorang professor di Amerika pernah mengatakan pertanyaan berikut kepada kelompok enam puluh mahasiswa MBA yang bekerja sebagai eksekutif korporasi publik :

Apa yang disebut resiko ?

Seorang mahasiswa menjawab :

Menjadi entrepreneur !

Teman-teman mahasiswanya setuju. Kemudian profesor tadi menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengutip ucapan seorang entrepreneur :

"Apa yang disebut risiko " Mempunyai satu sumber penghasilan. Karyawan menghadapi risiko….Mereka mempunyai satu sumber penghasilan. Bagaimana kalau entrepreneur yang menjual jasa menjaga rumah kepada majikan Anda ? Dia mempuunyai ratusan pelanggan….ratusan sumber pengahasilan."

Untuk menjadi pemilik bisnis juga diperlukan agar Anda mempunyai kemauan yang kuat untuk bekerja sendiri. Bila Anda tida suka berada di luar lingkngan korporasi, entrepreneur mungkin bukan panggian Anda. Para pemilik bisnis paling sukses memiliki satu karakteristik yang sama : Mereka semua suka pada apa yang mereka lakukan. Mereka semua bangga dengan "bekerja sendiri".

Banyak diantara para entrepreneur sukses yang sebelumnya adalah karyawan diperusahaan tempatnya bekerja kemudian sukses membangun usahanya sendiri. Baru-baru ini saya menjumpai seorang kawan yang baru satu tahun memulai bisnis jasa pelatihan. Sebelumnya ia bekerja sebagai manajer SDM pada bank terkemuka di Jakarta dengan gaji mendekati Rp.10 juta perbulan. Dia mengetahui anggaran pelatihan untuk perusahaan tersebut besarnya 20 miliar setahun. Dengan semangat entrepreneur serta melihat peluang yang ada ia menggundurkan diri dan mempromosikan anak buah kepercayaannya sebagai penggantinya. Ia kemudian mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang pelatihan. Dan dapat Anda tebak siapa pelanggan pertamanya ? Dan dari siapa ia mendapatkan proyek tersebut ? Ya perusahaan tempatnya bekerja dan dari orang kepercayaannya, Kalau sebelumnya pengahasilannya Rp. 10 juta sebulan, sekarang hampir Rp.20 miliar anggaran pelatihan bank tersebut masuk ke kocek perusahaannya. Itulah entreperneur.


By Valentino Dinsi

Fajar Kewirausahaan

Tahukah Anda, ditaksir, populasi dunia mencapai enam miliar di akhir 1999 dan tahun 2020, angkanya melonjak menjadi delapan miliar! Apakah pemerintah bisa menyediakan pekerjaan untuk sedemikian banyak orang? Faktanya, ’privatisasi’ menjadi begitu populer pada dekade lalu, menunjukkan bahwa mereka ”mencuci tangan” dari tugas menciptakan  pekerjaan yang mengerikan itu.
Fakta lainnya, merger, akuisisi, dan restrukturisasi  dalam sektor swasta  lebih sering membuahkan PHK masal. Lalu siapa yang mendapat beban menciptakan lapangan kerja? beban itu harus dipikul INDIVIDU-nya sendiri. Setiap orang, menciptakan sendiri pekerjaannya! Setiap orang, siap atau tidak, kondisi mendorongnya menjadi wirausaha.
Mau pilih yang mana: segera menyiapkan mental dan ketramplan kewirausahaan atau, saatnya nanti, terpaksa serabutan, mencoba-cobamenjadi wirausahawan setelah ”terdepak” dari posisi ”orang gajian”!
Saran kami, dan itu tugas buku ini pula,  segeralah belajar mengambil inisiatif, inovatif, berani dan kreatif. Mulailah mempromosikan dan menampilkan ide Anda. Anda harus mulai hidup ”sedikit bersusah-payah”, jangan menunggu gaji bulanan Anda, dan mulai menunda kepuasan Anda.
Sadarilah, fenomena ini. Bahwa kewirausahaan,  yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru?
Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai wiirausaha. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif – semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri Anda! Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal! Bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Anda, pembaca, dulu juga bayi yang merangkak pun belum bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan itu tersandung, ia bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu menghadiri kelas bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah.
Cobalah jawab pertanyaan kami.
Adakah institusi di dunia ini, tempat Anda bisa mempelajari cara menjalankan bisnis Anda sendiri?
Saya yakin Anda mulai menyebut beberapa kursus atau jurusan bisnis dengan nama-nama tetentu yang ditawarkan oleh universitas atau sebuah lembaga kursus. Terus terang, itu semua tidak  mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis  untuk diri Anda sendiri. Mereka hanya mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk orang lain! Kalau Anda mengikuti kursus akuntansi, yang diajarkan   adalah bagaimana Anda menghitung uang orang lain.
Bukan masanya bicara tentang kelebihan teknologi. Mari, kita bicara kelebihan kewirausahaan. Kita memerlukan wirausaha untuk menciptakan perusahaan yang besar dengan teknologi temuan terbaru!
Sejumlah pakar, praktisi, orang sukses, Anda yakini bakal mengatasi tugas menciptakan pekerjaan untuk orang banyak. Mengapa harus orang lain? Mengapa harus mereka, bukan Anda sendiri? Bukankah mereka yang sukses, sudah tak punya masalah lagi dalam menciptakan lapangan kerja, karena mereka sudah di sana, sementara Anda, mungkin masih mencari terus bisnis apa yang pas Anda jalankan sendiri.
Mari kita amati tren 1000 tahun terakhir. Di sana kita lihat perpindahan kekuasaan pada kelompok orang atau individu tertentu .

Tahun 1000
Kekuasaan berada di tangan kaum rohaniwan yang secara kebetulan adalah beberapa orang yang mampu membaca dan menulis

Tahun 1455
Penemuan mesin cetak yang memungkinkan pengetahuan  lebih bisa disebarkan kepada lebih banyak orang. Dengan demikian kekuasaan bergeser dari agama ke politik

Tahun 1555
Politisi mulai lebih berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaan itu, birokrasi dibuat


Tahun 1970
Penemuan microchip memungkinkan informasi lebih tersebar kepada keompok orang yang lebih besar. Kekuasaan bergeser perlahan dari politik ke ekonomi

Tahun 1995
Ekonomi sekarang begitu penting sehingga menjadi sebab jatuhnya banyak pimpinan politik (mis.Presiden Soeharto dari Indonesia, Perdana Menteri Chavalit Yongchaiyudh dari Thailand) selama masa yang sangat singkat

Tahun 2020
Keseimbangan kekuasaan bergeser perlahan dari birokrasi menjadi kewirausahaan. (Bill Gates dipilih sebagai orang paling berkuasa di Inggris)

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensive, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

"Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun."


Sumber : Dare to Fail by Billi P.S. Lim
Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensif, mencari cara untuk mempertahankan    status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.


“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”


Benar,  pembaca. Sekilas angka dan fakta ini, adalah fenomena merekahnya fajar baru kewirausahaan. Anda, mungkin sedang menapaki jalan di dalam terangnya fajar ini.

Sekolah Bisnis Internet Terbaik

Lintas Berita

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review