Jantung Sehat

Kamis, 11 Agustus 2011

MASA DEPAN ITU MILIKNYA SANG PEMBERANI, INOVATIF, DAN PUNYA JIWA WIRAUSAHA


Wah, dunia usaha berkembang pesat! Begitu mungkin, kata-kata yang Anda lontarkan, andai Anda “orang baru” dalam sebuah bidang usaha. Kian dalam, Anda masuki dan dalami sebuah bidang bisnis, kian banyaklah hal  baru yang Anda lihat. Apa yang lima tahun lalu belum ada, saat ini sudah begitu massal dan eksis di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, kejayaan yang diraih pengusaha semasa orangtua kita, dalam  perjalanan waktu, mejadi “bisnis kuno” yang tersisa kejayaannya dalam kisah-kisah belaka, karena the real bussiness mereka sudah tumbang atau sedang diambang kehancuran. Sudah muncul wirausahawan baru, dengan jurus-jurus barunya yang mulai merajai bidang usaha yang ditanganinya. Usahawan seperti apa, yang berkesanggupan membangun dan mengelola kebaruan demi kebaruan seperti itu? Pasti, ia termasuk pribadi yang gigih, wawasannya luas, kemauannya besar.
Kita juga belum melihat di Indonesia sendiri ada organisasi bisnis yang cukup tangguh merespon kebaruan. Bahkan, peluang-peluang baru, sering lewat begitu saja karena kita belum mampu meresponnya secara baik. Tidak dipungkiri,  tantangan pasar lokal maupun global dengan permintaan, selalu meningkat. Pada sisi lain - selain kebaruan-kebaruan dalam bisnis - semangat memberi layanan terbaik berikut inovasi dalam segi pelayanannya, juga berkembang pesat. Siapa bisa mewujudkan idealitas seperti itu, dan sanggup merespon kebaruan, sekaligus kreatif-inovatif di sisi pemberian pelayanan, akan sukses.
Masa depan menjadi milik mereka yang tidak kenal takut, inovatif, yang mengenali betapa pentingnya mengembangkan kepemimpinan wirausaha dalam organisasinya.Jangan lalai meluangkan waktu untuk belajar, menulis, meneliti, memberikan saran, konsultasi, dan terus belajar. Organisasi-organisasi terdepan dunia, tak henti melakukan itu. Kami percaya sepenuhnya pada prinsip bahwa cara terbaik untuk melayani diri Anda, untuk berjuang menjadi yang terbaik yang Anda bisa, adalah dengan cara melayani orang lain. Ada tiga hal yang ingin kami ungkap dalam konteks ini.
 Pertama, meski dalam skala yang lebih sederhana, kami memiliki kesempatan untuk belajar melayani yang lain, bersikap kreatif, memimpin yang lain, dan menyelesaikan apa yang kami mulai. Dalam proses itu, yang berangsur luluh dalam pembelajaran, ”bagaimana untuk bertahan hidup” (to get by), daripada untuk membangun kebersamaan (to get on).
Mungkin saat paling kritis yang terpenting dari proses pertumbuhan kami sesungguhnya adalah bersikap kritis. Seringkali terlalu sering kita menjadi lebih ahli dalam menunjuk apa yang salah dari  suatu pendapat, daripada yang benar. Karena kita terbiasa berusaha keras untuk bertingkah laku dengan cara yang konsisten dengan apa yang membuat kita merasa nyaman, kita menerapkan cara pandang kritis yang sama terhadap ide-ide baru, inovasi baru dan kreativitas. Segala bentuk dari ‘pemikiran kewirausahaan’ atau ‘kepemimpinan inovatif’ dalam pandangan kita yang terkondisi, justru kerap dianggap: ”sebaiknya dihindari”.
Kurangnya pemikiran kewirausahaan ini berakibat serius. Pertemuan demi pertemuan dalam organisasi bisnis, terlalu  banyak berisi ”wacana”, tidak banyak menghasilkan sesuatu yang konkret. Kegagalan wirausahawan, kendati secara kumulatif “sukses” adalah, ketika ditelusuri bagian demi bagian, ditemukan bagian-bagian yang kurang bahkan tidak sukses! Ada sukses besar yang mensubsidi kegagalan bagian tertentu dalam organisasi bisnis yang bersangkutan. Yang parah, kegagalan bagian-bagian tertentu yang “tertutupi” sukses kumulatif organisasi, tak banyak dipersoalkan, atau lalai dipersoalkan. Padahal, ini tidak boleh dibiarkan, karena tidak selamanya sukses kumulatif itu bisa diraih. Sebaliknya, sebuah kegagalan di beberapa bagian, berakibat merusak strategi pencapaian totalitas sukses organisasi.
Kalau diungkapkan dalam momentum yang tepat, dengan cara yang juga tepat, biasanya sebagian besar dari mereka setuju. Dan tindakan kecil namun penting (tapi tidak ditindak lanjuti sehingga terlupakan selamanya) yang didiskusikan dalam pertemuan tim sampai dengan pesan-pesan strategis yang disampaikan melalui pertemuan pleno yang mahal (namun tidak diteruskan sehingga tetap tinggal sebagai pesan yang tidak terkomunikasikan), terlalu banyak penggerak bisnis yang sangat terlatih ternyata bertolak dari pengalaman berpikir dan bertindak sederhana sebagai orang upahan! Anda bisa bertanya, apa salahnya dengan ”orang upahan”.
Bersiaplah mendengar sesuatu yang pedas. Orang-orang semacam ini, hanya mengecewakan apa yang mereka percayai dari instruksi, peran atau tanggung jawab pekerjaan yang diharapkan dari mereka. Tentunya itu dengan persepsi mereka sendiri. Salah satu dari prinsip yang ada dalam buku ini, belajar berpikir kewirausahaan (sebagai wirausaha) daripada kekaryawanan (sebagai karyawan).
Hal yang ketiga, kami terheran-heran selama bertahun-tahun pada jawaban yang saya terima terhadap pertanyaan sederhana yang ditujukan pada lulusan yang cemerlang dan manajer yang sangat berpengalaman, seperti: ‘Mengapa suatu organisasi mempekerjakan Anda?’. Jawabannya bervariasi dari: ”Karena saya memiliki CV/ MBA/ gelar/pengalaman/ pendidikan/latarbelakang/dll. yang baik” sampai dengan: ”Saya dapat mengelola orang/administrasi/sistem kontrol, dll. dengan baik yang berkaitan dengan kebutuhan yang normal.” Padahal, perlu kami tegaskan, suatu organisasi tidak, sebaiknya tidak pada tingkat mana pun, mempekerjakan karyawan dengan kualifikasi tinggi atau berpengalaman baik karena kualifikasi atau pengalaman mereka.
Kalau bukan demikian, lalui apa? Suatu bisnis beroperasi secara sukses ketika dia memberikan hasil yang terukur dan meningkat melalui produk dan layanannya. Sukses suatu bisnis memerlukan tujuh ‘In’  dari eksekutif yang ada:

1. Insight (wawasan) tentang seperti apa masa depan nantinya
2. lntuisi untuk membuat keputusan yang benar
3. Inisiatif untuk bertindak efektif
4. Inovasi untuk mencipta secara berbeda
5. lntegritas untuk mengikuti dengan tekun dan dengan benar
6. lndividualitas untuk menerima kepemilikan
7. Interdependensi untuk menetapkan hal-hal di atas sebagai rekan dalam suatu tim

Organisasi bisnis (bahkan organisasi apapun) perlu serius mengembangkan sumber daya insaninya. Ini kunci mengoptimalkan potensi kreatif, daya inisiatif dan kepemimpinan. Sukses organisasi bisnis di masa depan, dimulai dari ikhtiar simultan pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hari ini. Tak ada yang “terlalu dini” dalam urusan pengembangan kepemimpinan, karena dari kepemimpinan yang antisipatif, visoner, bisa dibangun sukses di masa depan.
Disraeli bilang, “Perubahan, adalah sesuatu yang konstan”. Namun hanya sedikit organisasi mapan yang sungguh-sungguh mengakui makna sesungguhnya pernyataan ini, walaupun perubahan bujet sering kali lebih besar daripada keuntungan dari beberapa organisasi, bahkan di sejumlah negara kecil. Rasa puas profesional, kurangnya inovasi dan penghindaran rasa memiliki tidak dapat lagi diperkenankan menyebar dalam bisnis seperti saat ini. Organisasi yang berupaya untuk menghasilkan pertumbuhan positif bagi semua stakeholder yang terlibat, harus mengembangkan keseimbangan nyata antara pemikiran kewirausahaan dan struktur mapan mereka.
Di dalam  arena bisnis, hanya sedikit model bisnis yang relevan pada saat ini, baik di tingkat  lokal maupun global. Mungkin model yang paling sesuai adalah sebuah gyroskop yang berputar karena kemampuannya untuk tetap seimbang tanpa memperhatikan sudut dan arah. Model semacam ini, sebagai contoh, memastikan bahwa planet yang kita diami menjaga keseimbangan sempurna dari jagad raya. Di lain pihak tanggapan negatif pada suatu gyroskop merupakan suatu proyektil peluru terhadap keseimbangan dan terarah pada sasaran. Model semacam ini yang konstan, namun tetap bergerak, adalah penggambaran yang sempuma untuk penciptaan budaya wirausaha dalam suatu organisasi yang mapan. Dengan setiap arah strategis, seluruh perusahaan bergerak sembari mempertahankan keseimbangan.
Suatu organisasi harus secara penuh memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan sumber daya manusianya, dan pada gilirannya potensi kreativitas, inisiatif dan kepemimpinannya mencapai prestasi optimalnya. Organisasi yang ingin mencapai sukses besok akan mengembangkan kepemimpinan kewirausahaan pada hari ini.
Bab-bab selanjutnya secara berurutan menunjukan bagaimana menciptakan organisasi wirausaha karena masa depan menjadi milik mereka yang: Pemberani, Inovator, dan Punya Jiwa Wirausaha

Pengetahuan Saja Tak Cukup
    
Bersekolah tinggi-tinggi, membuat pribadi pembelajar memperoleh pengetahuan. Tapi belum tentu mereka memiliki ide. Napoleon Hill pemah berkata,”Pikiran adalah benda”. Tapi pikiran biasa tidak akan sanggup membawa kita kemana-mana. Setiap orang punya pikiran, tapi hanya sedikit yang punya ide. Ide, adalah pikiran yang punya arah atau tujuan.
Buat kami, menganggap pengetahuan berharga, maaf saja, itu pandangan keliru. Pengetahuan itu statis, idelah yang berguna. Banyak orang dalam masyarakat kita hanya memikirkan penumpukan pengetahuan sehingga kita mendorong anak-anak kita mengejar pemilikan lembaran ijazah. Einstein pemah bilang,”Pengetahuan yang tidak diterapkan itu tidak berguna. Hanya ide yang bisa mengubah dunia.” Apa gunanya menjadi perpustakaan atau ensiklopedi berjalan?
Mugkin cukup inspiratif bagi Anda, menyimak sidang penghinaan terhadap Henri Ford, pendiri Ford Motor. Koran pemah menyebutnya ignoramus (orang bodoh). Kasus itu dibawa ke pengadilan. Untuk membuktikan bahwa ia memang orang bodoh dan tak berpendidikan, pembelanya menanyakan pertanyaan seperti ini :

”Siapa presiden kesembilan belas Amerika?”
”Berapa mil jarak matahari ke bumi?”
”Apa yang dikatakan dalam Prinsip Archimedes?”
”Berapa akar pangkat dua dari 1?”

Pertanyaan itu berkisar dari sejarah sampai fisika dan matematika dengan harapan bila ia tidak bisa menjawabnya, itu akan membuktikan bahwa ia tidak punya pengetahuan dan memang bodoh!
Henry Ford  bosan menghadapi semua pertanyaan itu. Ia sontak berdiri, menghadap hakim.
”Ya Tuhan, mengapa saya harus menyia-nyiakan waktu menjawab pertanyaan bodoh ini bila dengan hanya memencet tombol, saya bisa memanggil ahli sejarah terbaik untuk menjawab pertanyaan  dan dengan tombol lain saya bisa memanggil ahli fisika terbaik untuk menjawab dan ahli matematika terbaik untuk menghitung semua soal….”
Semua yang ada di ruang sidang, terdiam. Baru saja mereka mendengarkan kata-kata dari seorang terpelajar dan bijaksana. Tak perlu dikatakan, Henry Ford memenangkan perkara!
Pembaca, kami hanya mau bilang, perbedaan antara pergi ke sekolah dan menjadi terpelajar. Banyak orang menganggap orangtua dan kakek kita tidak terpelajar karena tidak pemah bersekolah. Ini menyedihkan! Beberapa anak bahkan merasa malu akan orangtuanya karena punya orangtuanya petani  padi, penderes karet, pemilik binatu atau pedagang kaki lima.
Apakah kita bisa menanamkan seorang lulusan universitas  tapi malu akan orangtuanya sebagai orang terpelajar?
Yang menarik, dari semua hal yang berubah dalam 50 tahun terakhir, pendidikanlah yang berubah belakangan.
Sangat menarik untuk dicatat bahwa seorang ilmuan yang mempelajari hidup dan pemikiran Socrates mendapat PhD untuk itu. Tapi Socrates sendiri tidak punya ijazah sama sekali.
Bila beberapa cerita dan hal-hal yang disampaikan pada halaman ini menantang pikiran Anda, ini pertanda baik. Karena, sebelum kita bisa menghasilkan ide, pikiran kita harus bebas. Itu yang ingin kami capai. Pendidikan harus membebaskan pikiran kita dan bukan menguncinya.

Tujuan pendidikan adalah menggantikan pikiran yang kosong dengan pikiran yang terbuka.

Anda akan memperhatikan bahwa sulit sekali ide muncul bila pikiran terlalu kaku dan terkontrol atau terkondisi. Perhatikan bahwa salah satu penemu terbesar sepanjang masa, Thomas Alfa Edison, hanya bersekolah selama tiga bulan. Henry Ford bersekolah sebentar.

Mungkin spesialis terlalu terbenam dalam pikiran mereka, sehingga mereka tidak bisa keluar untuk memecahkan masalah.

     Anda pernah dengar, bukan, tentang Lembah Silikon (Silicon Valley). Itu desa kecil di California. Bukan kebetulan kalau di sini lahir banyak ide. Miliuner yang dihasilkan lembah ini setiap bulan, mengejutkan. Setiap lima hari, sebuah perusahaan go public di Lembah Silokon!
     Tahun 1980-an, ”mesin uang” mereka, sektor manufaktur. tahun 1990-an, pebisnis jasa, merupakan gelombang kedua pencetak uang. Pada milenium baru ini, penghasil uang terbesar, adalah kelompok yang bekerja berdasarkan ide. Berikut ini, 20 multimiliuner yang berusia di bawah 40 tahun pada 1 September 1999.
Ini berarti sudah waktunya kita mengubah ide yang dapat membantu kita mendapatkan uang tunai, penjualan atau bisnis, dalam kehidupan sehari-hari.
Bila Anda merenungkan lebih lanjut, bahwa ternyata setiap masalah yang belum terselesaikan adalah karena kita belum memikirkan ide untuk mecahkannya.

”Kekayaan adalah produk dari kapasitas pemikiran manusia.”
Amy Rand

“Orang  dengan ide baru adalah orang aneh – sampai ide itu berhasil.”
Mark Twain

Kadang-kadang dalam  pencarian kita untuk suatu  pemecahan kita tidak boleh hanya bertahan pada cara pikir lama. Masalahnya sejak sekolah kita terkondisikan demikian, kita hanya punya jawaban yang salah atau benar. Hidup tidak semuanya hitam atau putih. Kadang bisa juga berwama abu-abu bahkan seperti pelangi. Cobalah beberapa ide atau metode yang mungkin. Beberapa mungkin kedengaran gila, tapi mungkin juga berhasil.


Harga Sebuah Ide?

Berapakah harga sebuah ide ?
Coca Cola perusahaan raksasa dunia yang memproduksi minuman berkarbonasi dengan jutaan karyawan, penghasilannya 169 miliar dollar pertahun, mereknya dihargai $ US 69, 6 miliar diatas para kampium yang bisnisnya “lebih bergengsi” seperti Microsoft ($ US 64,1 miliar), IBM ($ US 51,2 miliar), GE ($ US 41,3 miliar), Intel ($ US 30,,9 miliar), Nokia ($ US 30,0 miliar), Disney ($ US 29,3 miliar), dan Mercedez Benz ($ US 21,0 miliar).
Pembaca, ide itu mahal. Sering nilainya unlimited. Kalau pun terpaksa harus muncul sebuah angka nominal tertentu  untuk harga sebuah ide, lebih karena kepentingan praktis, transaksi atas itu harus berlangsung. Sejatinya, ide sendiri, susah diukur nilainya. Ia bergerak, memberi pengaruh terhadap banyak hal, menciptakan banyak situasi-situasi baru.
Kewirausahaan, adalah “jagad ide” yang akan mati saat ide sudah hilang tergantikan dengan rutinitas mekanistik. Rutinitas itu, sering terjadi sebagai dampak psiklogi dunia formal. Ya, tegasnya: pendidikan formal. Korban-korbannya begitu banyak. Mereka bersekolah, tapi kebingungan dalam menyusun kemauannya sendiri. Berbondong-bondong, mengekori sebuah tujuan tertentu, membuat sebuah peluang kerja, menjadi kian sempit lantaran persaingan amat ketat.
Padahal, segudang fakta menunjukkan, mereka yang “lepas dari belenggu persekolahan dan penjara pengetahuan”, malah melihat peluang dan membangunkan jiwa kewirausahaan dalam dirinya.
Lihat saja, Primagama, bimbingan belajar milik Purdi Chandra, drop out dari Universitas terkemuka, Gajah Mada, kini menjadi  satu-satunya bimbingan belajar yang masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) memiliki 297 cabang tersebar di 122 kota di Indonesia dengan 107.334 siswa dengan penghasilan tahunan berkisar 300 miliar (data tahun 2003).


Jangan Pergi ke Sekolah?

Kalau begitu, masih perlukah sekolah? Sangat sesuai jika kata-kata terakhir dari bab ini, kami nukil dari Lerry Ellison, CEO Oracle Corp, orang kedua terkaya di dunia. Pada suatu kesempatan, ia diundang untuk memberi pidato pembukaan untuk wisuda Kelas 2000 Universitas Yale dan ‘diseret turun’ dari panggung sebelum ia menyelesaikan pidatonya. Dibawah ini adalah salinan pidatonya:

“Lulusan Yale University, saya minta maaf bila Anda telah mengalami prolog seperti ini sebelumnya, namun saya ingin Anda melakukan sesuatu untuk diri Anda sendiri. Tolong, lihatlah sekeliling Anda dengan baik. Lihatlah teman di sebelah kiri Anda. Lihatlah  teman di sebelah kanan Anda. Sekarang pikirkan ini: 5 tahun dari sekarang, 10 tahun dari sekarang, bahkan 30 tahun dari sekarang, kemungkinannya adalah orang disebelah kiri Anda akan menjadi pecundang. Orang di sebelah kanan Anda juga akan jadi pecundang. Dan Anda di tengah? Apa yang Anda harapkan? Pecundang, pecundang, cum laude pecundang.
Nyatanya, ketika saya  melihat ke hadapan saya sekarang, sayatidak melihat seribu harapan untuk masa depan yang cerah. Saya tidak melihat permimpin masa depan dalam seribu industri. Saya melihat seribu pencundang. Anda kesal. Itu bisa dimengerti.
Bagaimanapun, bagaimana saya, Lawrence ‘Larry’ Ellison, seorang yang drop out dari kampus, memiliki keberanian untuk mengatakan omong kosong ini pada lulusan salah satu institusi paling bergengsi bangsa ini? Akan saya  katakan sebabnya. Karena saya  Lawrence ‘Lerry’ Ellison, orang terkaya di planet ini adalah seorang drop out kuliah dan Anda tidak.
Karena Bill Gates, manusia terkaya di planet – saat ini – adalah juga drop out kuliah, dan Anda tidak.
Karena Paul Allen, orang ketiga terkaya di planet ini, keluar kampus, dan  Anda tidak.
Dan berikutnya, karena Michael Dell, No. 9 dari daftar dan bergerak cepat, adalah drop out kampus, dan sekali lagi Anda tidak.

Hemmm…Anda sangat kesal. Itu bisa dimengerti. Jadi biarkan saya mengelus ego Anda dengan menunjukkan, dengan jujur, bahwa diploma Anda tidak diperoleh dengan percuma. Kebanyakan dari Anda, saya percaya, telah menghabiskan empat sampai lima tahun di sini, dan dalam banyak hal apa yang Anda telah pelajari dan alami akan berguna bagi Anda di tahun mendatang. Anda telah membuat kebiasaan kerja yang baik. Anda telah membuat jaringan orang yang akan membantu Anda di jalan. Dan Anda telah membuat apa yang akan menjadi hubungan seumur hidup dengan kata ‘tetapi’. Semuanya itu tentu saja baik. Karena sebenarnya Anda akan membutuhkan jaringan itu. Anda akan membutuhkan kebiasaan kerja yang kuat itu. Anda akan membutuhkan terapi.
Anda akan membutuhkan mereka karena Anda tidak drop out, dan Anda tidak akan pemah berada di antara orang terkaya di dunia. Oh pasti, Anda bisa, mungkin mendaki jalan Anda ke atas ke No. 10 atau 11, seperti Steve Ballmer. Tapi kemudian, saya tidak perlu mengatakan kepada siapa ia bekerja bukan? Dan, ia drop out dari sekolah persiapan. Agak ketinggalan berkembang.
Akhirnya, saya menyadari banyak dari Anda, saya harap kebanyakan dari Anda bertanya-tanya? ”Apakah ada yang bisa kulakukan? Apakah ada harapan untukku?” Tidak ada! Terlambat sudah. Anda telah menyerap terlalu banyak, pikiran Anda tahu terlalu banyak. Anda tidak 19 tahun lagi. Anda memiliki topi yang terbentuk dan saya tidak merujuk pada papan mortar di kepala Anda.
Hmm………..Anda sangat kesal. Itu bisa dimengerti. Jadi mungkin ini waktunya untuk membawa garis perak. Bukan untuk Anda, Kelas 2000. Anda sudah dihapuskan, jadi akan saya biarkan Anda mencari pekerjaan yang mengibakan, yang cek gaji Anda ditandatangani oleh teman sekolah Anda yang drop out dua tahun lalu.
Sebaliknya, saya ingin memberi harapan bagi semua yang masih sekolah di sini sekarang. Saya katakan kepada Anda, saya tidak bisa menekankan ini. Pergilah. Kemasi barang-barang dan idemu dan jangan kembali. Drop out dan mulailah.        

Karena bisa saya katakan bahwa topi dan jubah akan menurunkan Anda seperti petugas keamanan ini menarik saya turun dari panggung menurunkan saya.

(Pidato, dihentikan!)

Ya, sudah dikatakan bahwa abad ke-20 adalah abad di mana gelar akademi dari universitas sangat peting, tapi tidak lagi di abad 21. Kecenderungan ini sudah dimulai di AS, Jepang, dan kemudian di seluruh dunia. Banyak yang drop out dan mulai! Bila Anda punya gelar, itu bagus, tapi jangan jadikan itu sebagai halangan. Jangan biarkan ijazah Anda menentukan jumlah yang bisa Anda dapatkan atau apa yang bisa  Anda lakukan.

Memulai Suatu Bisnis


1.  Mengapa Anda memulai bisnis sendiri?


Tujuan pribadi
-   Untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri Anda sendiri
-   Untuk membangun perusahaan yang sukses dan menjualnya dengan tujuan
menghasilkan uang
-  Untuk membangun dan menjalankan sebuah perusahaan yang berkemhang
-   Untuk mendapat penghidupan yang lebih baik ketimbang hanya bekerja untuk mendapat upah
-  Untuk membangun sutatu usaha/lapangan kerja untuk anggota keluarga

Tujuan perusahaan
Bisnis
o Mulai dengan lingkup jasa yang luas, namun mengembangkan ceruk untuk pasar.
o Mulai dengan lingkup produk yang kecil dengan sasaran berkem­bang menjadi pemimpin pasar.
o Menyediakan jasa spesialis untuk  menetapkan kelompok industrinya.


Pertumbuhan
o Pertumbuhan maksimum dan penekanan, pasar dengan penahanan keuntungan.
o Membuka jaringan cabang nasional dan/atau menunjuk beberapa dealer/ distributor.
o Perkembangan terus-menerus dan terkendali serta perluasan se­jumlah x % per tahun.
o Batasan ukuran usaha untuk membatasi jumlah konsumen dan pegawai.

Staf
o Mempekerjakan keluarga dan teman-teman saja.
o Membangun tim berdedikasi yang terdiri dari penampil berkualitas tinggi, dengan penekanan pada loyalitas.
o Menawarkan bayaran dan kondisi yang sangat baik untuk mereka yang berprestasi, tanpa menyediakan tempat bagi mereka yang tak dapat bekerja dengan baik

Konsekuensi Bisnis
o  Terkadang menjadi konglomerat, dengan pertumbuhan yang dicapai melalui akuisisi.
o Tetap terfokus pada spesialisasi dan membangtm perusahaan de­ngan pertumbuhan internal.
o Tetap kecil dengan pertumbuhan sedikit dan berorientasi lokal.

Pertumbuhan
o Pertumbuhan perlahan karena fokus yang dangkal dan orientasi lokal.
o Mengambil banyak risiko, dengan penerimaan utang tingkat tinggi dan kemungkinan pencairan yang seimbang.
o Mengambil rlsiko yang kecil dan telah diperhitungkan untuk men­jaga/menciptakan pertumbuhan konservatif.
o Menerima beberapa sumber keuangan luar dan pemegang saham.
o Mengamhil risiko minimal, dengan sedikit pinjaman atau pemegang saham tambahan

Staf
o  Tidak ada staf, selain sedikit bantuan di saat tertentu atau subkon­traktor.
o Loyalitas seadanya dari para staf dengan tingkat turn -over yang masih dapat diterima.
o Staf yang loyal dan stabil yang diidentilikasikan dengan dan men­dukung perusahaan.
o Bisnis keluarga dengan sedikit orang luar dan keraguan untuk berkembang dengan orang luar. Sangat loyal dan nepotis.


2.  Beberapa ancaman yang terselubung

Menurut pendapat dan pengalaman saya, terdapat beberapa tuntutan, dan merupakan kesalahan yang sangat lazim dan tersebar luas yang harus di waspadai saat orang meluncurkan usaha, produk dan jasa baru :

-   Kebutuhan untuk menyiapkan komitmen 100% ( lebih ) dari usaha mereka untuk membuat usaha atau produk baru mereka berhasil.
-   Kebutuhan untuk MENDENGARKAN. Sebelum anda memulai suatu spekulasi bisnis, tanyakan pada konsumen potensial anda apakah mereka bersedia menggunakan jasa Anda.
-   Tanyakan bagaimana bisnis atau produk mungkin dapat disempurnakan.
-   Pada kebanyakan kasus apa yang ingin mereka beli berbeda dengan apa yang Anda jual.
-   Temukan apa yang ingin dibeli oleh konsumen potensial Anda.


Jangan berasumsi bahwa bisnis atau produk Anda itu  ‘barang bagus’.

Banyak oranng mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa bisnis atau produk potensial mereka adalah barang bagus, memproduksi barang yang belum pernah dicoba dan diuji dalam jumlah cukup banyak, dan menolak menjalankan riset pasan apa pun.

  Mereka terlalu takut mengenai biasanya ‘pesaing yang menunggu di luar untuk mencuri ide mereka’ yang sebenarnya tidak pernah ada, dan kemudian menyalahkan dunia luas ketika tak ada yang mau membeli produk di tingkat konsumen dengan syarat dan konsumen yang mereka tetapkan.
  Apakah Anda memahami kultur dan protokol industri di mana Anda ingin, menjual barang Anda?
  Kebutuhan untuk mewaspadai realitas komersial?
  Perlunya riset pasar,  dan riset yang terus berjalan dan pengembang­an.
  Banyak orarg sulit menerima bahwa pengecer, dalam banyak hal akan menghasilkan lebih banyak laba dari sebuah produk diban­ding produsennya.
  Mungkin perlu waktu berbulan-bulan hingga produk/jasa Anda terbayar.


Apakah Anda memahami bagaimana penjual dan pemasaran di dunia perdagangan berfungsi?

  Banyak orang tanpa latar belakag penjaulan berpikir mereka dapat menjual lebih banyak dari orang-orang dengan pengalaman dan kontak penjualan dan pemasaran bertahun-tahun. Sangat jarang mereka menjual lebih banyak pada seorang sekali pun.
  Apatisme bisnis dan publik secara umum, untuk mengubah dan menambahkan produk-produk baru.
  Penelitian dan pengembangan terlibat dalam produk-produk baru yang paling berhasil dalam 1 hingga 3 tahun. ‘Ide cemerlang’ semalam akan membutuhkannya banyak pengembangan.
  Perlunya anggaran periklanan dan kampanye penjualan dan pe­masaran yang terintegrasi.
  Perlunya produk yang memenuhi harapan konsumen sebaik sesuai dengan peraturan dan standar industri dan pemerintah.
  Perlunya menyimak konsumen potensial dan memahami apa yang mereka inginkan.
  Konsumen sangat jarang ingin membeli tepat seperti yang Anda ingin jual.
  Anda memerlukan daftar harga/formulir pemesanan dan syarat dan kondisi
   perdagangan yang mudah dibaca.
  Spekulan modal bersedia menguangkan spekulan baru yang secara nyata tidak eksis.
  Perusahaan bersedia mengalihkan sejumlah besar uang untuk ‘riset dan pengembangan’ dan ‘izin produksi’ yang secara nyata tidak eksis.


3.  Meluncurkan produk, Jasa atau ide baru Anda
Apakah pasar?

Pasar adalah orang-orang dengan:
-      Kebutuhan atau keinginan
-      Uang untuk dibelanjakan
-      Kemauan untuk membelanjakan

Tiga hal dibawah ini merupakan panduan mudah dan cepat untuk di­terapkan dalam bisnis, produk, jasa atau ide baru mana pun yang Anna selama ini Anda renungkan:

o Apakah ini merupakan pasar yang berkembang?
o Apakah produk-produk ini diperlukan oleh pasar?
o Apakah ini kendaraan bagi penjualan?


4.  Anda sebenarnya berbasis pasa bisnis apa?

Jika seseorang menanya­kan pada Anda mengenai bisnis baru Anda, mungkin Anda menjawab ‘kami menjual bor’. Bagaimana pun, apa yang sebenarnya Anda jual adalah keun­tungan yang disediakan oleh bor-bor Anda.
Tak seorang pun sungguh-­sungguh menginginkan bor—mereka ingin apa yang dapat dijalankan oleh bor itu. Anda menjual keuntungan dari bor dan memuaskan kebutuhan dari segmen khusus.

Perbedaan antara menjual dan memasarkan

Memperluas produk                              Memperluas pelanggan

Perusahaan membuat lalu membutuh-      Perusahaan menentukan untuk                     kan dan mengirim                                   menjual produk

Manajemen berorientasi menjual              Manajemen berorientasi untung

Perencanaannya berjangka pendek           Perencanaannya berjangka pan-

   untuk produk dan pasar sekarang               jang untuk produk baru, pasar

                                                                  mendatang  dan   pertumbuhan

                                                                  yang akan datang

 

 

5.   Apakah isu-isu ini berhubungan dengan bisnis baru Anda?


  Apahah perubahan di pasar menawarkan kesempatan dan tantang­an?
  Haruskah Anda memperkirakan ulang berbagai isu di sekitar bisnis Anda?
  Haruskah Anda mengkaji ulang arah bisnis Anda?
  Apakah bisnis Anda sudah terfokus?
  Di bisnis apa Anda (sesungguhnya) berada?
  Apakah permainan utamanya?
  Apakah syarat perdagangan konsumen Anda realitis?
  Apakah Anda membeli pembagian pasar?
  Sudahkah Anda melihat kembali dan menetapkan peran perusa­haan Anda di milenium baru?
  Apakah manajemen berada di seputar pelaksanaan keeja dan isu harian?
  Atau apakah manajemen mengatur gambaran besarnya?
  Apakah Anda memberi nilai tambah pada bisnis Anda?
  Apakat prospektif konsumen Anda beroperasi dalam kultur berbeda dengan kebutuhan yang berbeda dengan bisnis Andea?
  Apakah Anda menyadari kebutuhan klien Anda?
  Apakah bisnis Anda berorientasi pada pemasaran?
  Apakah Anda menunjukan pada dominasi pasar?
  Sudakah Anda kehilangan obyektivitas Anda?
  Isu lain apa yang akan dilihat orang luar sebagai hal yang penting terhadap terhadap aktivitas bisnis Anda?
  Apakah Anda bersedia berubah?
  Isu lain apa yang mungkin ada?


6.  Surat Langsung (Direct Mail)

Beberapa aturan umum untuk pemasaran melalui surat langsung adalah:
- Surat senilai 65 % dari 3 halaman penyerahan.
- Brosur senilai 25% dari 3 halaman penyerahan.
- Formulir pesanan senilai 10% dari 3 halaman penyerahan.
- Tingkat tanggapan 2% dapat dipertimbangkan sebagai rata-rata!

7. Bisnis baru atau peluncuran produk, penemuan produk atau ide baru

Apakah Anda memerlukan bantuan dan saran profesional dengan rnulainya bisnis baru Anda atau mewujudkan ide Anda menjadi sebuah bisnis?

  Suatu rencana bisnis untuk mencakup produk.
  Beberapa riset pasar dasar.
  lnvestigasi  besarnya dan volume pasar potensial.
  lnvestigasi dan diskusi mengenai aktivitas pesaing.
  Desain dan dokumentasi strategi penjualan dan pemasaran sesuai dengan produk Anda.
  Pilihan nama dagang, dan permintaan-permintaan mengenai pe­ngemasan.­
  Nasihat dalam memenuhi tuntutan pajak penjualan.
  Pengaturan harga grosir dan eceran serta poin harga.
  Persiapan daftar harga yang menarik, berilutrasi, detail dan mudah dibaca.
  lntegrasi pemasaran dengan kampanye periklanan, promosi dan publikasi.
  Stand, pengaturan display dan literatur tempat usaha.
  Pengaturan penjualan nasional serta jaringan kerja distribusi.
  Menjual produk  pada tingkat pedagang grosir.
  Penjualan, penerbitan invoice dan pengiriman barang.
  Meraih modal perdagangan dan keuangan.
  Menjalankan penjualan, pemasaran, dan mengiklankan produk Anda.
  Investigasi atas kesempatan lisensi dan royalti.
  Pengembangan pasar ekspor.
  Pertimbangan proposal rencana cadangan.
  Memperkirakan kesempatan sukses komersial.
  Risiko-risiko bisnis.
  Pengembangan berbagai biaya.
  Apakakah produk memenuhi  tuntutan pemerlntah dan undang­-undang.
  Isu-isu lingkunggan hidup.
  Rentang waktu pengembalan pembayaran.
  Penerimaan pasar.
  Keuntungan komersial.
  Apakat Anda cocok untuk mennjalankan perusahaan ini.
  Apakah Anda dipersiapkan untuk perusahaan ini.
  Apakah Anda mampu bekerja dengan modal yang amat kurang.
  Memperkirakan kemungkinan Anda untuk bertahan hidup.
  Kesempatan lebih lanjut untuk berkembang dan menghasilkan keuntungan.
  Apakah produk itu mengungguli produk pesaing (Jika ya, ia memiliki 3,7 kali kesernpatan untuk berhasil.)
  Apakah produknya benar-benar berheda dari milik pesaing? (Jika ya, ia memiliki 2,4 kali kesempatan berhasil.)

 
8.  Merencanakan Bisnis

Berikut ini adalah daftar agar dipertimbangkan pada tahap sangat awal dalam, merencanakan sebuah, bisnis baru. Jika Anda menyelesaikan satu hal, tempatkan tanda koreksi (,) di depan setiap pernyata­an.Jika tidak dapat diterapkan pada situasi Anda, ditulis “TD” di awaI setiap pernyataan. Jika terdapat instruksi lain untuk pernya­taan tertentu, sesuaikan respons Anda. Jika Anda menemukan/mengidentifikasi pernyataan tambahan untuk ditambahan pada daftar cek Anda, selipkan di tempat yang tepat. Seiring kemajuan yang Anda capai sepanjang daftar cek ini. Anda akan merasa ber­ada pada jalur Anda untuk merealisasikan bagaimana memulai bis­nis Anda sendiri.

Daftar cek: Menentukan dan merencanakan bisnis
Evaluasi motif dan kemampuan Anda untuk memulai atau mengoperasikan sebuah bisnis sebagai berikut :
Apakah Anda memiliki atau telah menunjukkan... (pilih ‘Ya’ atau ‘Tidak’)

- Kebutuhan untuk mencapai hasil
- Hasrat untuk mencari kesempatan-kesempatan baru
- Kemauan mengambil resiko
- Suatu energi tingkat tinggi
- Kemampuan memulai sendiri, berunding dan membuat kesepakatan
- Hasrat untuk menyusun strategi pusat sebuah bisnis secara pribadi pada prinsip-prinsip Anda sendiri
- Kemampuan memotivasi orang lain dan bergaul baik dengan mereka
- Dukungan dari keluarga (orang tua/pasangan)
- Tanggung jawab penting dan pengalaman kepimpinan di awal karir Anda
- Berpikir kreatif
- Kemampuan melaksanakan ide—ide
- Pelatihan teknis yang sehat
- Pelatihan bisnis sebelumnya dari sekolah
-Tertarik dalam meneliti konsep bisnis yang di tawarkan
- Model peran yang kokoh atau mentor
- Keterampilan dan kecerdasan berpolitik dalam sebuah organisasi
- Kemampuan menyesuaikan gaya manajemen untuk saat-saat tertentu
- Pelatihan manajemen khusus di luar tugas
- Integritas dan kejujuran
- Kemampuan kepemimpinan
- Rajin dan ketahanan
- Pengendalian diri
- Kemampuan merencanakan dan melihat jauh ke depan
- Bakat dan hasrat bagi aktvitas bisnis terfentu
- Ambisi dan etika kerja yang kokoh
- Kecerdasan dan pola pikir pembelajaran yang berkesinambungan 
- Keterampilan berkomunikasi secara efektif     
- Kemampuan mengambil keputusan yang sehat
- Kemampuan untuk mendelegasikan secara efektif
- Uang yang disimpan untuk diinvestasikan dalam bisnis

Semakin banyak kualitas yang Anda miliki, semakin besar
Anda dapat secara berhasil memulai dan menjalankan sebuah
bisnis


Sebuah Analisa SWOT

Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, Ancaman
Sebagai bagian dari proses peren­canaan bisnis, suatu analisa dan tin­jauan atas Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan dan Ancaman (SWOT) suatu organisasi harus dilakukan. Ini dapat membantu manajemen dalam mengidentifikasi kompoten­si, keterampilan, kultur dan sumber daya organisasi yang membedakan­nya dari yang lain.

Di bawah ini adalah analisa SWOT yang mungkin menjelaskan tentang toko furnitur

KEKUATAN                                           KELEMAHAN

Berada di tempat yang mudah             • Tak ada bisnis lain yang mendukung
   terlihat, jalan utama, lokasi di kota          di daerah sekitar
  Telah menetap di lokasi yang sama      • Tempat parkir terbatas
    sama selama 10 tahun                      • Hanya dapat diakses dari satu sisi
  Arus kas bisnis yang baik                      jalan saja
  Merupakan spesialis dalam jenis          • Bangunan nampak kuno
   produk yang sedikit dan terbatas         • Ruang pamer memerlukan citra baru
  Perputaran stock yang tinggi               • Staf penjualan kurang termotivasi
  Simpanan yang menyedia­kan              • Sarana penjualan yang kurang me-
   modal kerja                                         madai di tempat usaha
  Memiliki dasar konsumen, yang kuat    • Tidak ada tempat untuk menemui
                                                             penjual di tempat usaha 
  Pengembalian yang baik atas dana      • Jenis produk terkonsentrasi
   pemilik

- Apa yang harus saya lakukan untuk mempertahankan kekuatan-kekuatan ini?
- Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan ini?

KESEMPATAN                                        ANCAMAN

• Merenovasi bangunan yang sekarang    • Terdapat banyak pengecer furnitur
   dan menciptakan pengembangan baru     nasional ddalam radius 3 km
• Meningkatkan jenis dan campuran pro-  • Larangan parkir yang meningkat
   duk                                                   
• Memotivasi dan melatih staf penjualan   • Meningkatnya aktivitas pesaing da-
                                                              lam wilayahnya
• Membuat kerja sama baru dengan
   dealer
• Membentuk aliansi strategis

- Apa yang dapat saya lakukan untuk menarik keuntungan dari kesempatan-kesempatan ini?
-   Apa yang dapat saya lakukan untuk mengatasi ancaman-ancaman ini?


Bisnis Macam Apakah yang Harus Saya Jalankan?

Proses enam langkah berikut ini dapat digunakan sewaktu menentukan jenis jenis bisnis yang akan dijalankan :
Langkah 1:   Membuat Daftar Problem di Pasar
Langkah 2: Mengidentifikasi Peluang Bisnis yang Bersangkutan
Langkah 3:   Menentukan Kemampuan dan Sumber Daya yang Dibutuhkan
Langkah 4: Memproyeksikan Dimensi  Finansial dari Peluang-Peluang yang Masih Ada
Langkah 5: Membuat urutan Peluang Menurut Keinginan Pribadi, Nilai Finansial dan Penaksiran Risiko
Langkali 6: Memilih Peluang Bisnis yang akan Dikejar

Setelah Anda mengidentifikasi peluang, mengevaluasi kemam­puan Anda, dan menentukan profitabilitas potensial bagi setiap usaha bisnis, baru Anda bisa mempertimbangkan untuk memulai bisnis Anda sendiri.

Langkah 1 : Membuat Daftar Problem di Pasar

Di mulai dengan mendengar kepada pasar. Perlu membuat daftar bidang di mana kebutuhan orang-orang tidak dipenuhi dengan cukup baik atau tidak sama sekali. Terutama penting bagi Anda agar tidak membatasi diri hanya kepada satu jenis produk, jasa, atau daerah geografis tertentu. Anda harus memiliki pikiran terbuka dan dasar persepsi yang luas.

Langkah 2: Mengidentifikasi Peluang Bisnis yang Bersangkutan

Perhatian sekarang ini diarahkan kepada apakah setiap problem atau kesenjangan dapat diubah menjadi peluang bisnis. Salah satu hal yang menarik mengenai langkah ini adalah bahwa setiap problem atau kesenjangan dapat membantu terbentuknya banyak peluang bisnis yang berbeda. Ini membutuhkan pikiran yang terbuka dan ketangkasan mental.

Langkah 3:           Menentukan Kemampuan dan Sumber Daya yang Dibutuhkan
 
Proses ini dapat dipercepat dengan dua cara. Pertama, jika Anda memiliki latar belakang yang kuat untuk memulai dan mengelola suatu bisnis, Anda dapat menyewa para spesialis untuk menangani segi”teknis” bisnis. Kedua, Anda dapat mengajak seorang mitra yang mempunyai pengalaman teknis yang baik, sebaiknya dari menyewa orang lain.
 
Langkah 4: Memproyeksikan Dimensi  Finansial dari Peluang-Peluang yang Masih Ada
 
Mencakup menentukan tingkat yang diharapkan penjualan, pengeluaran, laba, prasyarat modal awal, dan  arus kas yang diproyeksikan bagi setiap bisnis.
 
Langkah 5: Membuat urutan Peluang Menurut Keinginan Pribadi, Nilai Finansial dan Penaksiran Risiko
 
Setiap peluang kemudian harus diurutkan menurut nilai finansialnya. Ini mencakup penetapan target”laba minimal atau pendapatan atas investasi”. Sekalipun peluang yang tersisa sampai kini tampak memiliki potensi laba, anda mungkin perlu mencoret usaha-usaha yang tidak akan menghasilkan tingkat  laba yang memadai untuk mentokong risiko yang ditanggung
 
Langkali 6: Memilih Peluang Bisnis yang Akan Dikejar

Jika proses enam langkah ini telah mengidentifikasi suatu peluang yang menarik, kini Anda berada pada posisi siap untuk beralih ke langkah “ketujuh”. Anda dalam membangun suatu bisnis akan memberi anda peluang masuk akal untuk mengatasi rintangan.

Sekolah Bisnis Internet Terbaik

Lintas Berita

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review